Jumat, 05 Desember 2008

...UNIMARS...


kalian adalah pijar pelitaku
kalian memberi arti tuk stiap detik dalm hariku
cinta persahabatan yang membuatku lebih merekah
terimakasih untuk semua kehangatan
terimakasih untuk stiap rangkulan
dan
terimakasih telh membuatku tuk lebih betah!!!

mAgiCal woRd

MAGICAL WORDS:

Berbahagialah orang yang banyak memiliki kekurangan, karena dengan begitu dirinya akan mnejadi kuat. Bersyukurlah bagi orang yang banyak memiliki kelebihan, karena belum merasakan ujian. Tapi diantara keduanya, yang paling beruntung adalah orang yang memiliki kelebihan dari hasil tempaan kekurangannya sendiri. (Gola Gong)

Selasa, 18 November 2008

tAnDa2 pEraWan..

PeraWan kah anda????

sumber: http://awan965.wordpress.com

Pasangan hidup adalah salah satu hal yang amat menentukan terbinanya kehidupan sakinah wa rahmah didalam keluarga. tentunya selain ketaqwaan, nasab (garis keturunan) dan memiliki sedikit harta (bukan dalam artian matre), kecantikan serta keperawanan seorang gadis sangat dianjurkan dan menentukan dalam memilih pasangan. nah berikut ada sedikit tips corat-coret untuk melihat seorang gadis yang masih suci. semoga dapat bermanfaat, dan ini adalah tips buat ikhwan-ikhwan yang benar-benar mau membina rumah tangga, jadi jangan disalah gunakan ya…

KRITERIA WANITA PILIHAN ADA EMPAT

1. Agak hitam rambutnya, hitam alisnya, hitam bulu matanya, hitam bola matanya.
2. Agak putih badannya, putih giginya, putih kedua telapak tangannya.
3. Agak kemerah2an bibirnya, kemerah2an pipinya, kemerah2an gusinya.
4. Agak sedang kepalannya, dagunya, sedang payudaranya, semerbak keringatnya, harum bau mulutnya, hidungnya dan badannya.

Wallahu a’lam bisshawab. Untuk lebih spesifik ada beberapa hal yang perlu diperhatiakan diantaranya:

DAHI
Gadis yang masih suci, dahinya licin. Bila selalu senggama licinnya hilang, justru yang timbul kedutan (garis2) yang kadang nampak kadang tidak ketika ngobrol. Kedutan karena sudah tidak suci, tidak sama dengan kedutan wajah yang dimakan usia. Kedutan suci yang telah hilang, tidak begitu ketara dan tidak begitu nampak, kecuali ketika muka menunjukkan reaksi tertentu seperti sedang ketawa dan bicara, sementara kedutan karena dimakan usia senantiasa nampak dan kekal. Jangan dihilangkan dengan sembarang minyak, walaupun di zaman sekarang ada bermacam2 minyak.

Tetapi kedutan karena hilangnya kesucian tidak mudah dihilangkan. Untuk memudahkan melihat gadis yang masih suci atau tidak. Coba perhatikan dahi gadis yang sudah bersuami dengan yang belum. Perhatikan betul2 niscaya nampak kelainannya. Gadis yang sudah tidak suci terdapat beberapa kedutan garis2 timbul dan melekuk didahi gadis itu. Perhatikan betul2 sebab garis2 itu tidak begitu nampak (terang). Wallahu a’lam.

HIDUNG
Gadis yang masih suci atau tubuhnya belum disentuh oleh lelaki, ujung hidungnya berwarna kemerah-merahan, jika disentuh ujung hidungnya nampak merah. Gadis yang tidak suci ujung hidungnya merah tetapi merah pucat, terkadang warna merah tidak nampak, yang nampak hanyalah pucat, tak percaya coba liat ujung hidung anak perempuan, merahkan..? Bagi lelaki yang suka merusak kesucian wanita, hidungnya berbelang, oleh karena itu disebut lelaki hidung belang. Wallohu a’lam

MATA
dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati…..
Kita menggunakan mata untuk memandang dan melihat seseorang, cantikkah, bugarkah, luweskah, dsb. Terkadang kita memandang wanita cantik dibagian luar saja, tapi bagian dalamnya sudah habis, untuk mengetahui wanita itu masih suci atau tidak coba tengoklah matanya. Bila bagian bawah kelopak terlipat sedikit dan terdapat tanda lebam (tanda memar) berarti gadis itu sudah tidak suci lagi, mungkin sudah bersuami. lebam yang menunjukkan tidak suci nampak semacam garis2 hitam di bawah kelopak mata disampىng warna hitam dibawah kelopak mata sedikit kelihatan berkeriput (berkedut). Gadis yang masih suci matanya berseri2, tidak ada warna hitam, lebam maupun garis2. Apabila gadis itu tertawa di bawah kelopak matanya tidak terdapat apapun, seperti kedut (berkeriput) , bergaris dll. Wallohu a’lam.(yg dimaksud lebamnya mata bukan karena kurang tidur loh -D )

PUNGGUNG
Punggung gadis berubah melalui 2 proses:

1. Punggung gadis menjadi besar karena proses hormon.
2. Punggung gadis menjadi besar karena lelaki.

Punggung yang sudah kena sentuhan lelaki akan menjadi besar, lebih2 yang sudah berhubungan badan. Punggung gadis yang masih suci walaupun gemuk ia masih kelihatan cantik, sebab masih kental dan tegang serta tidak lesu dan jatuh. Cobalah perhatikan pinggang gadis, kalau pinggangnya masih ramping dan punggung tidak besar, tidak montok dan kenyal pada punggungnya. Kalau berjalan punggungnya tidak goyah sebab dagingnya masih solid dan tidak lembut kalau dipegang, artinya dia masih suci. Bagi yang pernah melakukan hubungan badan, punggungnya memang berisi dan besar tetapi tidak kental, punggungnya nampak jatuh, lebih2 disaat ia berjalan, goyangannya tidak melantun.

Kenapa punggung gadis yang pernah melakukan hubungan badan bisa jatuh? Disaat melakukan hubungan badan lebih kurang 90% hormon yang ada di bagian punggung akan tertumpu kebagian kemaluan, sebab di masa kepuncak (organsme), punggung gadis menjadi tegang.

Apabila sudah selesai berhubungan badan punggung yang tegang akan mengendur semula dan ini menyebabkan punggung menjadi kendur dan jatuh. Lebih kerap gadis itu melakukan hubungan badan, punggung akan semakin jatuh dan lesu, leper. Wallahu a’lam.

TELINGA
Telinga termasuk salah satu panca indra yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah gadis itu masih suci atau tidak. Di negeri china telinga sebagai peramal untuk mengetahui penyakit didalam tubuh seseorang. Gadis yang tidak pernah disentuh oleh laki2, telinganya cantik dan nampak bersih, kalau gadis itu pernah disetubuhi atau telinganya pernah digigit atau dicium dan disentuh, secara otomatik bentuk telinga gadis itu akan berubah menjadi lebih leper sedikit dan tidak lagi kemerah-merahan dan menjadi pucat. Bagi gadis yang masih suci tapi pernah kena sentuh lelaki, pucatnya tidaklah ketara sangat. Wallahu a’lam.

BUAH DADA (payudara)
Peranan buah dada memang banyak, bukan sekedar menggoda nafsu lelaki saja, tapi buah dada sebagai bukti kalau gadis itu pernah disentuh atau tidak. Buah dada gadis yang belum pernah kena sentuh, senantiasa tegang. Tetapi kalau sudah kena sentuhan, buah dada itu tegangnya berkurang dan membesar sedikit dari pada ukuran asalnya, lebih kerap disentuh, lebih kendur. Perhatikan gadis disaat berjalan atau berlari, bergerak2 dan melambai jatuh (ke bawah) dan berbuai sekali berarti ketegangan sudah hilang. Kalau belum kena sentuhan, walaupun buah dada berbuai disaat berlari tetapi buaiannya tidak terlalu melambai2 berarti ketegangan masih ada.

Puting buah dada yang pernah kena sentuhan menjadi panjang dan terjojol (keluar) sedikit dari tempat persembunyiannya. Buah dada yang selalu kena remas akan menjadi lebih besar, dan jangan menuduh gadis yang berbuah dada besar itu kena remas. Sebab, buah dada yang besar kena remas dan yang besar karna alami memang berbeda.

Buah dada yang kena remas menjadi besar tetapi tidak tegang. Sementara buah dada yang besar karna alami senantiasa tegang dan disaat berjalan tidak bergoyang, kalau yang kena remas bergoyang terbuai-buai seperti telinga gajah, berbuai kekiri, kekanan, keatas, kebawah terkadang melambung2 ketika gadis itu berjalan atau berlari.

Mengapa buah dada bila kena sentuhan bisa jatuh dan apa hubungan telapak tangan dengan otot buah dada? Di kala buah dada itu dipegang atau diremas2 gadis merasa gairah, disaat bergairah hormon2 akan mengisi ruang buah dada sehingga menjadi tegang. Setelah bergairah buah dada yang tegang lalu mengendur yang membuat ototnya mengendur pula. Buah dada yang kena hisap putingnya menjadi lebam, yang belum kena hisap putingnya berwarna merah jambu. Sekiranya gadis itu tidak suci, buah dadanya jatuh terjuntai seperti buah pepaya yang terjuntai di pohon. Pada buah dada memang mengandung seribu tanda tanya, termasuk mengetahui wanita yang sudah punya anak atau belum. Perhatikan putingnya kalau tegangnya menghala ke atas yaitu mendangak ke atas berarti wanita itu sudah pernah melahirkan, kalau putingnya senantiasa terjojol keluar dan mendangak ke atas berarti wanita itu sudah pernah melakukan hubungan badan, tetapi belum pernah beranak. Namun payudara sering kali dianggap sebagai simbol seks, sebagian besar wanita dan lelaki sangat menyukai buah dada disaat melakukan hubungan sexsual, karena mereka dapat mencapai organsme (kenikmatan) hanya karena rangsangan buah dada.

Seorang gadis jika telah dewasa, kecil kemungkinan ukuran payudaranya berubah, kecuali bila berat badannya bertambah. Pembengkakan payudara karena kehamilan, menyusui atau pengaruh pil kontrasepsi adalah bersifat kondisional. Postur tubuh yang baik akan membentuk payudara nampak lebih besar. Coba tanyakan, apakah ia senang payudaranya disentuh atau tidak? Sebagian wanita memiliki puting payudara yang sangat sensitif sebagian lainnya tidak, mereka mungkin ingin payudaranya disentuh atau mungkin tidak. Tetapi umumnya wanita menyukai sentuhan lembut dan ciuman pada payudara dan juga pada puting payudara. Payudara dan putingnya akan mengeras apabila dirangsang. Begitulah tanda2 yang paling jelas bila ia terangsang, meskipun tidak semuanya demikian. Tanda2 lainnya adalah lubrikasi (pelendiran) pada liang vagina, kemerah-merahan di dada dan meningkatkan kecepatan denyut jantung dan pernafasan. Wallahu a’lam.

GARIS TELAPAK TANGAN
Gadis yang berkulit tebal dan kasar, coba perhatikan kedua telapak tangannya, jikalau retak (peca urat, urat2 yg mrupai retak), bukan karena mungkin di sebabkan tidak tahan bahan pencuci yang mengandung kimia, berati gadis itu sudah hilang kesuciannya. Gadis yang masih suci, kedua telapak tangannya halus dan licin. Jika kesuciannya telah hilang, kedua telapak tangannya ketika di tekan warnannya pucat tidak merah, jika di pecet langsung menanjal balik. Satu cara lagi, coba perhatikan telapak tangan kanan, jika ada garis putus2 bagian tengah berarti kesuciannya telah hilang, bila tidak terputus2 berarti ada harapan kesuciannya belum hilang. setelah melihat telapak tangan yang kanan, coba gemgam ibu jari tangannya sebentar saja kira2 satu menit, bila disaat megemgam terasa hangat dan ibu jarinya merah ketika dilepaskan, berarti ada harapan masih suci. Perhatikan pula ibu jarinya, bila nampak pucat sekali walaupun ada rasa hangat berarti kemungkinan besar kesuciannya sudah terbang.

Coba pegang erat jari kelingkingnya, kira2 satu menit, lalu lepaskan, tanyalah bagaimana rasanya ketika dipegang erat dan dilepaskan ? Kalau ia menjawab tak ada rasa, mintalah maaf banyak2, kemungkinan ia tidak suci lagi. Tapi kalau ia menjawab ada rasa rangsangan, jantungnya berdebar2 atau ada rasa sakit seperti berdenyut2. Alhamdulillah nampaknya masih suci. (Yg ngetes adalah orng laki2)

JARI TELAPAK TANGAN
Dengan jari2lah lelaki suka memegang dan menggoda perempuan, begitu pula halnya jari2 perempuan, jari2 adalah kawasan yang paling mendasar untuk mengetahui gadis yang suci atau tidak. Caranya cukup mudah, terlebih dahulu berjabat tangan, selama berjabat tangan remas2lah tangannya, kalau laki2 bukan mahramnya boleh memegang tangan seorang gadis, itu menunjukkan dara kecil dibagian tangannya sudah ternodai. Apabila tangan dan jari2 gadis itu boleh di remas2 berarti peluang untuk memegang tempat2 yang lain terbuka lebar. Coba jari2 gadis itu di belai2 dan di remas2 dengan lembut, bagaimana perasaan gadis itu?

Sentuhan lelaki dijarinya memang membawa satu rasa yang ni’mat dan birahi yang tersendiri. Sentuhan tangan sentuhan ajaib, dari tanganlah akan menjalar ke zona2 yang lain. Sentuhan tangan memang sahdu, kalau tidak percaya cobalah betapa bahagianya berjalan sambil bergandengan tangan. Bila anda ingin mengetahui gadis itu terbiasa di sentuh atau tidak, Coba ulurkan tangan dan bersalaman dengannya, selama bersalaman genggamlah tangannya dengan lembut dan coba sentuh jari kelingking gadis itu. Ketika menyentuh jari kelingkingnya tengoklah wajah gadis itu, apakah dia nampak gelisah dan resah serta terperayuh?, kalau dia terkejut dan terperayuh berarti besar kemungkinan dia masih suci, kalaupun dia pernah berasmara, mungkin belum sampai tersondol. Jika disaat jari kelingkingnya disentuh dia nampak rilex saja, dan tak mau bicara, besar kemungkinan kesuciannya sudah lenyap. Wallohu a’lam.

PERUT
Peribahasa mengatakan biar pecah di perut jangan pecah di mulut, begitulah kata peribahasa, tapi tubuh wanita bukanlah peribahasa. Kalau pecah kegadisannya, pasti pecah perut. Bila gadis pernah melakukan hubungan badan, maka perutnya akan menjadi mengembang dan menjadi buncit sedikit. Oleh karena gadis yang belum pernah melakukan hubungan badan pinggangnya masih ramping dan perutnya masih kempis. Mengapa perut menjadi buncit sedikit? Di saat gadis itu melakukan hubungan badan sudah barang tentu gadis itu sampai ke puncak (organsme), di saat sampai ke puncak gadis itu tidak tahan dan menahan dibagian perut. Otot2 bagian perut menahan ke puncak dengan daya tahan yang sangat tinggi dan kuat. Ketika itulah perut itu mengembang dan setelah melakukan hubungan badan perutpun membuncit. Satu lagi tanda di perut, kalau gadis itu sudah pernah melakukan hubungan badan, ada garis panjang dari bawah buah dada sampai ke perut dan dari pusar sampai kekemaluan. Garis ini tidak terjadi pada semua gadis, tetapi kalau ada gadis yang memeliki garis ini artinya ia tidak suci lagi. Ada sebagian gadis yang sudah pernah melakukan hubungan badan hanya memiliki garis dari bagian bawah pusar sampai kekemaluan. Kalau gadis itu sudah hamil, garis itu akan terbagi dua, coba lihat perut wanita yang hamil, mesti ada garis2 retak yang melintang di perutnya. Gadis yang masih suci pada umumnya perutnya masih lembut. Bagi yang sudah pernah berhubungan badan, kulit perutnya agak kasar sedikit. Ada juga yang menjadi keras sebab hormon2 dan lemak mewujudkan gumpalan dibagian bawah dinding perut. Wallahu a’lam

RAMBUT
Rambut merupakan mahkota wanita tetapi juga berperan menentukan gadis itu masih suci atau tidak. Gadis yang masih suci, rambutnya memang rapi, kelihatan segar dan tidak kasar, sementara gadis yang sudah hilang kesuciannya, rambutnya kelihatan tidak bergairah. Di zaman nenek moyang kita dulu, mungkin masih ada yang diamalkan sampai saat ini. Ketika seorang gadis hendak dinikahkan, ahli penghias pengantin terlebih dahulu memotong rambut didahi, ditekuk dan disebelah belakang telinga kiri dan kanan. Rambut2 inilah yang oleh mereka disebut rambut perawan. Dengan menggunting rambut2 ini, mereka mengetahui apakah gadis itu masih suci atau tidak. untuk membuktikan coba sediakan satu buah kelapa muda yang sudah dilobangi dan airnya tidak dibuang lalu masukkan potongan rambut tersebut. Jika rambut2 itu terapung dipermukaan air kelapa artinya gadis itu masih suci. Jika semua rambut itu tenggelam artinya gadis itu sudah tidak suci. satu lagi caranya, kalau dىsaat ditiup angin rambut gadis itu mengembang lembut dan kembali ketempat asalnya. Alhamdulillah nampaknya ada harapan kegadisannya masih ada. Wallahu a’lam.

BIBIR
Percaya atau tidak bahwa bibir gadis yang pernah dicium lebih menarik dan cantik. Apabila bibir bertemu bibir, maka akan membuat pergerakan darah akan mengalir kebibir dan membentuk bibir yang baru. Lebih kerap dicium, lebih cantik pula bibirnya. Tapi ada juga gadis yang mempunyai bibir mulut yang cantik walaupun tidak pernah dicium. Gadis yang belum pernah dicium bibirnya kelihatan berwarna merah jambu dan tidak ada garis lembam (bengkak) atau hitam di sekitar bibirnya. Bibir gadis yang tidak pernah dicium tidak tampak pucat dan bibirnya licin dan basah. Bibir yang pernah kena cium akan nampak lembam walaupun hanya satu kali saja, dan dapat merubah bibirnya juga terdapat garis-garis kasar yang memperindah bentuk bibir seperti irisan jeruk. Bila gadis itu tidak suci lagi, bagian tengah bibirnya nampak retak, seakan-akan terbagi dua, retaknya tidak begitu jelas, akan tetapi nampak kalau diperhatikan betul-betul. Ada pula yang mengatakan gadis tidak suci ketika ia tertawa bibirnya nampak lebih lebih besar dari pada tidak tertawa dan bibir bawah tampak keluar dari pada bibir yang atas. Wallahu’alam.

Keterangan:
(bibir yang kering walaupun diusap (disolek) dengan gincu, bibir tetap kering. Cara membasahi bibir untuk menutup prasangka bahwa ia tidak suci lagi, oleskan minyak kelapa pada bibirnya tiap pagi, biarkan minyak kelapa meresap dalam bibir selama setengah jam. Insya Allah bibir gadis itu kelihatan berminyak dan tidak lembam. Bibir yang sudah lembam jangan diolesi minyak kelapa.

KEMALUAN.
Ini Tentunya hanya diketahui setelah menikah. Permukaan gadis yang pernah melakukan hubungan badan, terkesan lembam (memar), pintu kemaluan tidak tertutup rapat, agak renggang sedikit. Kalau gadis yang masih perawan, kemaluannya senantiasa tertutup rapat. Sebenarnya selaput darah bisa dilihat langsung kedalam kemaluan gadis. Bila kemaluan masih ciut berarti gadis itu masih suci. Kalau lobang itu terbuka sedikit berarti gadis itu sudah tidak perawan lagi. Coba perhatikan warna kemaluan gadis, kalo permukaannya pintu kemaluannya berwarna ungu, kemerah-merahan berarti dia masih suci, akan tetapi kalau warna merah sudah pudar malah menjadi pucat, berarti dia sudah tidak suci lagi.satu lagi, biasanya disaat malam pertama, lelaki biasanya agak susah memasukkan zakar (penis) nya kedalam kemaluan gadis. Pertama kali melakukan hubungan badan dengan seorang gadis yang baru pecah selaput darahnya memang tidak memuaskan, karena gadis itu tidak nyaman dengan darah yang keluar pada malam pertama (kebiasaannya) dan rasa perih pada kemaluannya. Sehingga ia tidak akan mau berlama-lama. Untuk mengetahui selapaut dara yang pecah, coba kosentrasikan mata anda kedahi istri anda, kalau dia berkerut artinya dia menahan sakit, tetapi kalau dia berpura-pura, rilex ajalah…
Wallahu’alam..

LEHER
Leher juga menjadi salah satu tempat yang dapat menunjukkan gadis itu masih suci atau tidak. Bila leher perempuan itu nampak berkedut-kedut, artinya perempuan itu pernah disentuh laki-laki. Garis kedutnya bukan seperti garis kedutan karena tua, garisnya kecil-kecil, pendek-pendek dan putus-putus, bukan garis yang panjang. Kalau ingin melihat dengan jelas tunggulah gadis itu menundukkan kepalanya. Lihatlah dengan cepat dan cermat.!. bila gadis itu sering sering diusung lelaki, maka lehernya terdapat tanda-tanda hitam kecil dilobang romanya dan warna lembab kecil seperti bintik-bintik. Adakalanya lobang bulu roma tampak jelas dileher, ini juga berarti gadis itu sering disentuh. Kalau gadis itu berleher panjang (jenjang), coba perhatikan dibagian lehernya, jika terdapat garis-garis urat yang bersilang artinya gadis itu masih suci. Jika terdapat garis-garis yang melintang, bukannya urat yang melintang, ini berarti perempuan itu sudah beranak (pernah melahirkan). Wallahu’alam.

PIPI
Wanita yang tidak suci lagi wajahnya tidak berseri-seri, pipi gadis yang masih suci senantiasa menggairahkan dan merah segar. Kalau pipi gadis yang pernah dicium warna kemerah-merahan akan hilang. Kalau pipi itu merah karena dicium ayah atau saudara sekandung maka tidak membahayakan terhadap kesucian gadis tersebut. Coba perhatikan betul-betul pipi gadis yang tidak perawan lagi terdapat garis melintang yang tidak begitu jelas/tampak. Walau bagaimanapun pipi gadis yang pernah kena cium masih tetap cantik, akan tetapi kalau sudah biasa dicium/disentuh laki-laki, lesung pipinya kurang dalam dan terdapat satu garis disebelah lekuk lesung pipinya. Gadis yang masih suci, bila berbicara disekitar pipi kanannya maupun kiri cepat berkeringat, dan keringat ini akan keluar walaupun ditempat yang sejuk. Keringat yang dimaksud mungkin tidak nanpak kecuali dilap dengan tissue. Coba perhatikan bagian tepi telinga seorang gadis. Dibagian itu terdapat anak rambut yang halus dan lembut. Apa bila gadis itu tidak suci lagi, anak rambut itu tidak akan gugur, tetapi masih tetap ada, namun menjadi keras bahkan kasar. Apabila ditiup angin anak rambut itu nampak begitu kasarnya dan disisi pipi kelihatan agak gelap walaupun gadis itu berkulit hitam manis. Wallahu’alam..

“Berpesan baiklah kamu terhadap wanita, sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan yang paling bengkok bagian atasnya. Oleh karena itu, apabila kamu paksa untuk meluruskannya maka akan patahlah ia, dan apabila kamu membiarkan, maka akan bengkoklah ia selamanya”. (HR. Bukhari Muslim).(Disadur dari berbagai sumber)

Senin, 17 November 2008

Rabu, 12 November 2008

eS kRim dR ASI...


KeBayaNg gak sih???

Saat saya membaca berita tentang permintaan PETA terhadap Ben and Jerry Ice Cream untuk memproduksi es krim yang terbuat dari air susu ibu (ASI) demi mengurangi penderitaan sapi-sapi yang susunya harus diperas, terus terang saya menjadi tidak simpati terhadap organisasi yang lebih mengutamakan binatang daripada manusia ini.

Saya berpikiran permintaan ini menunjukkan kebodohan, kenapa?

1. Dari segi etika, siapakah sebenarnya yang lebih memerlukan air susu ibu? Bayi yang baru lahir yang sangat membutuhkan unsur-unsur protein dan daya tahan tubuh yang di dapat dari meminum ASI ini atau pelanggan es krim yang kehausan karena kepanasan oleh karena terik matahari yang menyengat? Belum lagi kalau ada variasi wanita apa saja yang bisa diperah susunya. Apakah nanti PETA akan memajang foto wanita-wanita yang menghasilkan ASI ini pas diatas setiap gelas?

2. Dari segi bisnis, siapa yang akan membeli es krim yang mengandung air susu ibu? Bayangkan kalau anda mengantri lalu meminta kepada yang berjualan di belakang kasir, "Saya mau pesan es krim rasa vanila yang terbuat dari ASI" Kedengarannya saja sudah aneh. Yang ada justru anda bakalan dipelototin sama pengunjung yang lain. Nanti anda akan dianggap sebagai manusia yang masa kecilnya kurang bahagia, alias kekurangan kasih sayang sebab masih mau menyusu :-)

3. Dari segi kesehatan, bagaimana perusahaan es krim tersebut dapat mengetahui air susu ibu mana yang baik? Beda wanita maka akan berbeda pula kualitas dari susu yang dihasilkan. Kalau ternyata tidak cocok dengan selera bagaimana dong? Nanti minta refund/uang kembali bisa membingungkan karena bersifat subyektif ketimbang obyektif.

4. Dari segi sosial, bagaimana kalau nanti ada pasar gelap yang menghasilkan air susu ibu dengan harga diskon. Bisa-bisa diimpor dari negara-negara ketiga yang notabene tidak memiliki hukum yang jelas tentang apa yang bisa diperah maupun kesehatan apa yang dapat menjamin kesehatan "sapi perahan" karya PETA ini.

5. Dari segi biologis, wanita yang baru melahirkan hanya bisa menghasilkan susu dalam periode tertentu dan terbatas. Jika ternyata ada dorongan ekonomi untuk menghasilkan atau diperah lalu dijual maka ini tidak mungkin dapat mengejar target. Siapa yang tahu kapan susu dapat dihasilkan dalam satu putaran atau cycle? Dan sampai kapan tubuh dapat mengantisipasi penyedotan tersebut?

Ini terus terang sesuatu yang bodoh dan sangat memalukan. Saya menentang ide dan permintaan PETA ini.

Mereka seharusnya berpikiran yang lebih konstruktif. Seperti contoh melobi peraturan yang memperketat pembiakan sapi dalam suasana atau keadaan yang hewani, dan tanpa penderitaan dan kesengsaraan dari binatang yang diperah. Dan bukan justru melakukan manuver penggantian sumber alam ke hal yang tidak manusiawi ini.

Jika anda setuju dengan saya, ayo Vote "No" untuk menentang es krim yang terbuat dari susu ibu di Website ini untuk menunjukkan kalau permintaan mereka tidak masuk akal dan bodoh. Terima kasih atas partisipasinya.

Jumat, 31 Oktober 2008

POSTPARTUM BLUES

Menangis
Menangislah sayang
Kutahu engkau letih

Kutahu engkau gamang
Atau kau ingin tertawa
Tertawalah Sepuasmu
Pun aku tahu bahagiamu
Pun aku mengerti girang hatimu
Tapi jangan siakan dia

Belai dia dg hangat kasihmu
Obati tangisnya dengan senyummu
Karena baginya hanya kau yang benar2 peduli
Hanya kau yang benar2 ada
Kau begitu berarti, bagi DIA
Dia yg selama ini diam dalam rahimmu
Dia yang kini hadir disisimu

Tuk wujudkan cita dan mimpimu

Tuk hapuskan lara dukamu

..ASFIKSIA..

LANDASAN TEORITIS ASFIKSIA NEONATORUM

A. DEFINISI

Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang mengalami kegagalan bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir.

B. ETIOLOGI DAN FAKTOR PREDISPOSISI

Hipoksia janin yang menyebabkan asfiksia neonatorum terjadi karena gangguan pertukaran gas transport O2 dari ibu ke janin sehingga terdapat ganguan dalam persediaan O2 dan dalam menghilangkan CO2. Gangguan ini dapat berlangsung secara menahun akibat kondisi atau kelainan pada ibu selama kehamilan, atau secara mendadak karena hal-hal yang diderita ibu dalam persalinan.

Gangguan menahun dalam kehamilan dapat berupa gizi ibu yang buruk, penyakit menahun seperti anemia, hipertensi, jantung dll. Faktor-faktor yang timbul dalam persalinan yang bersifat mendadak yaitu faktor janin berupa gangguan aliran darah dalam tali pusat karena tekanan tali pusat, depresi pernapasan karena obat-obatan anestesia/ analgetika yang diberikan ke ibu, perdarahan intrakranial, kelainan bawaan seperti hernia diafragmatika, atresia saluran pernapasan, hipoplasia paru-paru dll. Sedangkan faktor dari pihak ibu adalah gangguan his misalnya hipertonia dan tetani, hipotensi mendadak pada ibu karena perdarahan, hipertensi pada eklamsia, ganguan mendadak pada plasenta seperti solusio plasenta.

Towel (1996) mengajukan penggolongan penyebab kegagalan pernapasan paa bayi terdiri dari :

1. Faktor ibu

a. Hipoksia ibu

Dapat terjadi karena hipoventilasi akibat pemberian obat analgetik atau anestesi dalam, dan kondisi ini akan menimbulkan hipoksia janin dengan segala akibatnya.

b. Gangguan aliran darah uterus

Berkurangnya aliran darah pada uterus akan menyebabkan berkutangnya aliran oksigen ke plasenta dan juga ke janin, kondisi ini sering ditemukan pada gangguan kontraksi uterus, hipotensi mendadak pada ibu karena perdarahan, hipertensi pada penyakit eklamsi dsb.

2. Faktor plasenta

Pertukaran gas antara ibu dan janin dipengaruhi oleh luas dan kondisi plasenta, asfiksis janin dapat terjadi bila terdapat gangguan mendadak pada plasenta, misalnya perdarahan plasenta, solusio plasenta dsb.

3. Faktor fetus

Kompresi umbilikus akan mengakibatkan terganggunya aliran darah dalam pembuluh darah umbilikus dan menghambat pertukaran gas antara ibu dan janin. Gangguan aliran darah ini dapat ditemukan pada keadaan talipusat menumbung, melilit leher, kompresi tali pusat antara jalan lahir dan janin, dll.

4. Faktor neonatus

Depresi pusat pernapasan pada bayi baru lahir dapat terjadi karena beberapa hal yaitu pemakaian obat anestesi yang berlebihan pada ibu, trauma yang terjadi saat persalinan misalnya perdarahan intra kranial, kelainan kongenital pada bayi misalnya hernia diafragmatika, atresia atau stenosis saluran pernapasan, hipoplasia paru, dsb.

C. TANDA DAN GEJALA

1. Hipoksia

2. RR> 60 x/mnt atau <>

3. Napas megap-megap/gasping sampai dapat terjadi henti napas

4. Bradikardia

5. Tonus otot berkurang

6. Warna kulit sianotik/pucat

7. Apnu primer : Pernafasan cepat, denyut nadi menurun dan tonus neuromuscular menurun

8. Apnu sekunder : Apabila asfiksia berlanjut, bagi menunjukkan pernafasan megap-megap yang dalam, denyut jantung terus menurun, bayi terlihat lemah (pasif), pernafasan makin lama makin lemah

D. PATOFISIOLOGI

Oksigen sangat penting untuk kehidupansebelum dan sesudah persalinan, selama didalam rahim janin mendapatkan oksigen dan nutrien dari ibumelalui mekanisme difusi melalui plasenta yang berasal dari ibu diberikan kepada darah janin.

Sebelum lahir alveoli paru bayi menguncup dan terisi oleh cairan. Paru janin tidak berfungsi sebagai sumber oksigen atau jalan untuk mengeluarkan CO2 (karbon dioksida) sehingga paru tidak perlu di perfusi atau dialiri darah dalam jumlah besar. Setelah lahir, bayi tidak berhubungan dengan plasenta lagi sehingga dan akan segera bergantung dengan paru sebagai sumber utama oksigen. Oleh karena itu, maka beberapa saat sesudah lahir paru harus segera terisi oksigen dan pembuluh darah paru harus berelaksasi untuk memberikan perfusi pada alveoli dan menyerap oksigen untuk diedarkan keseluruh tubuh.

Pernafasan spontan pada bayi baru lahir bergantung kepada kondisi janin pada masa kehamilan dan persalinan. Proses kelahiran sendiri selalu menimbulkan asfiksia ringan yang bersifat sementara pada bayi (asfiksia transien). Proses ini dianggap sangat perlu untuk merangsang kemoresptor pusat pernafasan agar terjadi “primary gasping” yang
kemudian akan berlanjut dengan pernafsan teratur (IKA,FKUI,1997 dikutip dari James,1958), sifat asfiksia ini mempunyai pengaruh buruk karena reaksi adaptasi bayi dapat mengatasinya.

Bila terdapat gangguan pertukaran gas atau pengakutan oksigen yang lama pada kehamilan atau persalinan, akan terjadi asfiksia yang lebih berat. Keadaan ini akan mempengaruhi fungsi sel tubuh dan bila tidak teratasi akan menyebabkan kematian. Kerusakan dan gangguan fungsi tubuh ini dapat reversibel atau tidak tergantung kepada berat dan
lamanya asfiksia.

Asfiksia yang terjadi dimulai dengansuatu periode apnu (“primary apnoe”) disertai dengan penurunan frekuensi jantung . Selanjutnya bayi akan memperlihatkan usaha bernafas (gasping) yang kemudian akan diikuti oleh pernafasan teratur. Pada tingkat asfiksia berat, usaha bernafas ini tidak tampak dan bayi selanjutnya berada dalam periode apnu kedua (“secondary apnoe”). Pada tingkat ini disamping bradikardi ditemukan pula penurunan darah.Disamping adanya perubahan klinis, akan terjadi pula gangguan metabolisme dan perubahan asam- basa pada tubuh bayi. Pada tingkat pertama gangguan pertukaran gas mungkin hanya akan menimbulkan asidosis respiratorik, Bila gangguan berlanjut, dalam tubuh bayi akan terjadi proses metabolism anaerob yang berupa glikolisis glikogen tubuh, sehingga sumber glikogen tubuh, terutama pada jantung dan hati akan berkurang. Asam anorganik yang terjadi akibat metabolisme ini akan meyebabkan timbulnya asidosis metabolik. Pada
tingkat selanjutnya akan terjadi perubahan kardiovaskuler yang disebabkan oleh beberapa keadaan diantaranya :

a) Hilangnya sumber glikogen dalam jantung dan akan mempengaruhi fungsi jantung

b) Terjadinya asidosis metabolik akan mengakibatkan menurunnya sel jaringan, ternasuk otot jantung, sehingga menimbulkan kelemahan jantung

c) Pengisian udara pada alveoli yang kurang adekuat akan menyebabkan tingginya resistensi pembuluh darah paru sehingga sirkulasi darah keparu dan demikian pula kesisitem sirkulasi lain akan mengalami gangguan

Asidosis dan gangguan kardiovaskuler yang terjadi dalam tubuh berakibat buruk terhadap sel otak. Kerusakan sel otak yang terjadinya menimbulkan kematian atau gejala sisa pada kehidupan bayi selanjutnya.Adapun tanda klinis yang dapat dilihat adalah :

1. Bayi tidak bernafas atau nafas, megap – megap

2. Denyut jantung <>

3. Kulit sianosis, pucat

4. Tonus otot menurun

5. Untuk diagnosis asfiksia tidak perlu lagi menunggu nilai skor apgar.

E. KLASIFIKASI

Asfiksia neonatorum diklasifikasikan sbb:

1. Asphyksia Ringan

Skor APGAR 7-10, bayi dianggap sehat dan tidak memerlukan tindakan istimewa.

2. Asphyksia sedang

Skor APGAR 4-6, pada pemeriksaan fisik akan terlihat frekuensi jantung lebih dari 100/menit, tonus otot kurang baik atau baik, sianosis, reflek iritabilitas tidak ada.

3. Asphyksia Berat

Skor APGAR 0-3, pada pemeriksaan fisik ditemukan frekuensi jantung kurang dari 100 x permenit, tonus otot buruk, sianosis berat, dan kadang-kadang pucat, reflek iritabilitas tidak ada. Pada asphyksia dengan henti jantung yaitu bunyi jantung fetus menghilang tidak lebih dari 10 menit sebelum lahir lengkap atau bunyi jantung menghilang post partum, pemeriksaan fisik sama pada asphyksia berat.

F. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

a. Pemeriksaan Fisik

Nilai Apgar

klinis

0

1

2

detak jantung

tidak ada

<>

>100x/menit

pernafasan

tidak ada

tak teratur

tangis kuat

refleks saat jalan nafas dibersihkan

tidak ada

menyeringai

batuk/bersin

tonus otot

lunglai

fleksi ekstrimitas (lemah)

fleksi kuat gerak aktif

warna kulit

biru pucat

tubuh merah ekstrimitas biru

merah seluruh tubuh










nilai 0-3 : asfiksia berat

nilai 4-6 : asfiksia sedang

nilai 7-10 : normal

Dilakukan pemantauan nilai apgar pada menit ke-1 dan menit ke-5, bila nilai apgar 5 menit masih kurang dari 7 penilaian dilanjutkan tiap 5 menit sampai skor mencapai 7. Nilai apgar berguna untuk menilai keberhasilan resusitasi bayi baru lahir dan menentukan prognosis, bukan untuk memulai resusitasi karena resusitasi dimulai 30 detik setelah lahir bila bayi tidak menangis. (bukan 1 menit seperti penilaian skor apgar)

b. Pemeriksaan Penunjang

1. Analisa Gas darah

2. Elektrolit darah

3. Gula darah

4. Baby gram (RO dada)

5. USG (kepala)

G. DIAGNOSIS

Diagnosis hipoksia janin dapat dibuat dalam persalinan dengan ditemukannya tanda-tanda gawat janin. Tiga hal perlu mendapat perhatian:

1. Denyut jantung janin

Frekuensi normal adalah antara 120 dan 160 denyut semenit, selama his frekuensi ini bias turun, tetapi diluar his kembali lagi kepada keadaan semula. Peningkatan kecepatan dnyut jantung umumnya tidak besar artinya, akan tetapi apabila frekuensi turun sampai dibawah 100x semenit di luar his dan lebih-lebih jika tidak teratur, hal itu merupakan tanda bahaya.

2. Mekanisme dalam air ketuban

Mekoneum pada presentasi-sungsang tidak ada artinya, akan tetapi pada presentasi kepala mungkin menunjukkan gangguan oksigenasi dan harus menimbulkan kewaspadaan. Asanya mekoneum dalam air ketuban pada presentasi-kepala dapat merupakan indikasi untuk mengakhiri persalinan bila hal itu dapat dilakukan dengan mudah.

3. Pemeriksaan pH darah janin

Dengan menggunakan amnioskopi yang dimasukkan lewat serviks dibuat sayatan kecil pada kulit kepala janin dan diambil contoh darah janin. Darah ini diperiksa pH-nya. Adanya asidosis menyebabkan turunnya pH. Apabila pH itu sampai turun dibawah 7,2 hal itu dianggap sebagai tanda bahaya oleh beberapa penulis.

H. MANAJEMEN TERAPI

Tindakan untuk mengatasi asfiksia neonatorum disebut resusitasi bayi baru lahir yang bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidup bayi dan membatasi gejala sisa yang mungkin muncul. Tindakan resusitasi bayi baru lahir mengikuti tahapan-tahapan yang dikenal dengan ABC resusitasi :

1. Memastika saluran nafas terbuka :

ÃMeletakan bayi dalam posisi yang benar

ÃMenghisap mulut kemudian hidung k/p trakhea

ÃBila perlu masukan Et untuk memastikan pernapasan terbuka

2. Memulai pernapasan :

à Lakukan rangsangan taktil (SUDAH TIDAK DIANJURKAN LAGI)

ÃBila perlu lakukan ventilasi tekanan positif

3. Mempertahankan sirkulasi darah :

Rangsang dan pertahankan sirkulasi darah dengan cara kompresi dada atau bila perlu menggunakan obat-obatan

Cara resusitasi dibagi dalam tindakan umum dan tindakan khusus :

1. Tindakan umum

a. Pengawasan suhu

b. Pembersihan jalan nafas

c. Rangsang untuk menimbulkan pernafasan

2. Tindakan khusus

a. Asphyksia berat

Resusitasi aktif harus segera dilaksanakan, langkah utama memperbaiki ventilasi paru dengan pemberian O2 dengan tekanan dan intermiten, cara terbaik dengan intubasi endotrakeal lalu diberikan O2 tidak lebih dari 30 mmHg. Asphiksia berat hampir selalu disertai asidosis, koreksi dengan bikarbonas natrium 2-4 mEq/kgBB, diberikan pula glukosa 15-20 % dengan dosis 2-4ml/kgBB. Kedua obat ini disuntuikan kedalam intra vena perlahan melalui vena umbilikalis, reaksi obat ini akan terlihat jelas jika ventilasi paru sedikit banyak telah berlangsung. Usaha pernapasan biasanya mulai timbul setelah tekanan positif diberikan 1-3 kali, bila setelah 3 kali inflasi tidak didapatkan perbaikan pernapasan atau frekuensi jantung, maka masase jantung eksternal dikerjakan dengan frekuensi 80-100/menit. Tindakan ini diselingi ventilasi tekanan dalam perbandingan 1:3 yaitu setiap kali satu ventilasi tekanan diikuti oleh 3 kali kompresi dinding toraks, jika tindakan ini tidak berhasil bayi harus dinilai kembali, mungkin hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan asam dan basa yang belum dikoreksi atau gangguan organik seperti hernia diafragmatika atau stenosis jalan nafas.

b. Asphyksia sedang

Stimulasi agar timbul reflek pernapsan dapat dicoba, bila dalam waktu 30-60 detik tidak timbul pernapasan spontan, ventilasi aktif harus segera dilakukan, ventilasi sederhana dengan kateter O2 intranasaldengan aliran 1-2 lt/mnt, bayi diletakkan dalam posisi dorsofleksi kepala. Kemudioan dilakukan gerakan membuka dan menutup nares dan mulut disertai gerakan dagu keatas dan kebawah dengan frekuensi 20 kali/menit, sambil diperhatikan gerakan dinding toraks dan abdomen. Bila bayi memperlihatkan gerakan pernapasan spontan, usahakan mengikuti gerakan tersebut, ventilasi dihentikan jika hasil tidak dicapai dalam 1-2 menit, sehingga ventilasi paru dengan tekanan positif secara tidak langsung segera dilakukan, ventilasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan dari mulut ke mulut atau dari ventilasi ke kantong masker. Pada ventilasi dari mulut ke mulut, sebelumnya mulut penolong diisi dulu dengan O2, ventilasi dilakukan dengan frekuensi 20-30 kali permenit dan perhatikan gerakan nafas spontan yang mungkin timbul. Tindakan dinyatakan tidak berhasil jika setelah dilakukan berberapa saat terjasi penurunan frekuensi jantung atau perburukan tonus otot, intubasi endotrakheal harus segera dilakukan, bikarbonas natrikus dan glukosa dapat segera diberikan, apabila 3 menit setelah lahir tidak memperlihatkan pernapasan teratur, meskipun ventilasi telah dilakukan dengan adekuat.

I. DIAGNOSIS KEPERAWATAN YANG SERING MUNCUL

1. Bersihan nafas tidak efektif

2. Pola nafas bayi tidak efektif b.d kelemahan otot pernapasan

3. Risiko infeksi b.d prosedur infasif

4. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d kelemahan

5.PK : Asidosis

6. Hipotermia b.d pajanan lingkungan yang dingin, bayi baru lahir

DAFTAR PUSTAKA

Cecily L.Betz & Linda A. Sowden, 2001, Buku saku Keperawatan Pediatri, EGC, Jakarta.

Markum,AH, 1991, Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak, FK UI, Jakarta, Indonesia

Price & Wilson,1995, Patofisiologi. Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, EGC

Winknjosastro, H. 199 Ilmu Kebidanan, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.

Saefuddin, B.A. 2001 Buku Acuan Nasional, Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.

Selasa, 28 Oktober 2008

MelaHirkan Dalam Air

Tetanus


Asuhan Kep. Klien Anak dengan Tetanus Neonatorium

By: Iwan, S.Kp






TETANUS NEONATORUM

  • Neonatus adalah organisme pada periode adaptasi kehidupan intra uterus ke kehidupan intra uterin hingga berusia kurang dari 1 bulan. (Asri Rosad, 1987)
  • Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus yang disebabkan oleh clostridium tetani yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) yang menyerang sistem saraf pusat. (Abdul Bari Saifuddin, 2000)





ETIOLOGI

Penyebab penyakit ini adalah clostridium tetani. Kuman ini bersifat anaerobik, berbentuk spora selama diluar tubuh manusia dan mengeluarkan eksotoksin yang neurotropoik.







EPIDEMILOGI

Clostridium tetani berbentuk batang langsing, tidak berkapsul, gram positip. Dapat bergerak dan membentuk spora-spora, terminal yang menyerupai tongkat penabuh genderang (drum stick). Spora spora tersebut kebal terhadap berbagai bahan dan keadaan yang merugikan termasuk perebusan, tetapi dapat dihancurkan jika dipanaskan dengan otoklaf. Kuman ini dapat hidup bertahun-tahun di dalam tanah, asalkan tidak terpapar sinar matahari, selain dapat ditemukan pula dalam debu, tanah, air laut, air tawar dan traktus digestivus manusia serta hewan.






GAMBARAN KLINIK

Masa inkubasi biasanya 3 – 10 hari. Gejala permulaan adalah bayi mendadak tidak mau atau tidak bisa menetek karena mulut tertutup (trismus), mulut mencucut seperti ikan, dapat terjadi spasmus otot yang luas dan kejang yang umum. Leher menjadi kaku dan kepala mendongak ke atas (opistotonus).

Dinding abdomen kaku, mengeras dan kalau terdapat kejang otot pernafasan, dapat terjadi sianosis. Dahi, berkerut, alis mata terangkat, sudut mulut tertarik ke bawah, muka rhisus sardonikus. Ekstremitas biasanya terulur dan kaku, tiba-tiba bayi sensitif terhadap rangsangan, gelisah dan kadang-kadang menangis. Suhu dapat meningkat sampai 390 C.






Pencegahan

    Melalui pertolongan persalinan dengan prinsip tiga bersih yaitu:

  • Bersih tangan
  • Bersih alat
  • Besrish alas





PERAWATAN TALI PUSAT YANG BAIK

Untuk perawatan tali pusat baik sebelum maupun setelah lepas, cara yang murah dan baik yaitu (1) menggunakan alkohol 70 % dan kasa steril. (2) Kasa steril yang telah dibasahi dengan alkohol dibungkuskan pada tali pusat terutama pada pangkalnya. (3) Kasa dibasahi lagi dengan alkohol jika sudah kering. (4) Jika tali pusat telah lepas, kompres alkohol ditruskan lagi sampai luka bekas tali pusat kering betul (selama 3 – 5 hari). (5) Jangan membubuhkan bubuk dermatol atau bedak kepada bekas tali pusat karena akan terjadi infeksi.







Penatalaksanaan
Medik

  • Mengatasi kejang
  • Pemberian antitoksin
  • Pemberian antibiotika
  • Tali pusat dibersihkan atau di kompres dengan alkohol 70 % atau betadin 10 %.
  • Memperhatikan jalan nafas, diuresis, dan tanda vital. Lendir sering dihisap.





ASUHAN KEPERAWATAN

    PENGKAJIAN DATA FOKUS

  • Bayi mendadak tidak mau atau tidak bisa menetek karena mulut tertutup (trismus),
  • mulut mencucut seperti ikan, dapat terjadi spasmus otot yang luas dan kejang yang umum. Leher menjadi kaku dan kepala mendongak ke atas (opistotonus).
  • Dinding abdomen kaku, mengeras dan kalau terdapat kejang otot pernafasan, dapat terjadi sianosis. Dahi, berkerut, alis mata terangkat, sudut mulut tertarik ke bawah, muka rhisus sardonikus.
  • Ekstremitas biasanya terulur dan kaku, tiba-tiba bayi sensitif terhadap rangsangan, gelisah dan kadang-kadang menangis. Suhu dapat meningkat sampai 390 C.
  • Pemeriksaan Laboratorium Spt: Glukosa darah, elektrolit, skull ray, BUN, dan EEG





Nursing Diagnosis

  • Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan produksi sekret yang berlebihan pad ajalan nafas atas.
  • Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake yang kurang akibat adanya trismus
  • Kurangnya pengetahuan keluarga tentang penanganan penyakitnya berhubungan dengan keterbatasan informasi





Ndx 1: Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan produksi sekret yang berlebihan pad ajalan nafas atas

  • Baringkan bayi dalam sikap kepala ekstensi dengan memberikan ganjal di bawah bahunya.
  • Berikan O2 secara rumat karena bayi selalu sianosis (1 – 2 L/menit jika sedang terjadi kejang, karena sianosis bertambah berat O2 berikan lebih tinggi dapat sampai 4 L/menit, jika kejang telah berhenti turunkan lagi).
  • Pada saat kejang, pasangkan sudut lidah untuk mencegah lidah jatuh ke belakang dan memudahkan penghisapan lendirnya.
  • Sering hisap lendir, yakni pada saat kejang, jika akan melakukan nafas buatan pada saat apnea dan sewaktu-waktu terlihat pada mulut bayi.
  • Observasi tanda vital setiap ½ jam .
  • Usahakan agar tempat tidur bayi dalam keadaan hangat.





  • Jika bayi menderita apnea :
    • Hisap lendirnya sampai bersih
    • O2 diberikan lebih besar (dapat sampai 4 L/ menit)
    • Letakkan bayi di atas tempat tidurnya/telapak tangan kiri penolong, tekan-tekan bagian iktus jantung di tengah-tengah tulang dada dengan dua jari tangan kanan dengan frekuensi 50 – 6 x/menit.
    • Bila belum berhasil cabutlah sudut lidahnya, lakukan pernafasan dengan menutup mulut dan hidung bergantian secara ritmik dengan kecepatan 50 – 60 x/menit, bila perlu diselingi tiupan.





    Ndx 2: Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake yang kurang akibat adanya trismus

Akibat bayi tidak dapat menetek dan keadaan payah, untuk memenuhi kebutuhan makananya perlu diberikan infus dengan cairan glukosa 10 %. Tetapi karena juga sering sianosis maka cairan ditambahkan bikarbonas natrikus 1,5 % dengan perbadingan 4 : 1. Bila keadaan membaik, kejang sudah berkurang pemberian makanan dapat diberikan melalui sonde dan selanjutnya sejalan dengan perbaikan bayi dapat diubah memakai dot secara bertahap.






Ndx 3: Kurangnya pengetahuan keluarga tentang penanganan penyakitnya berhubungan dengan keterbatasan informasi

  • Berikan penjelasan tentang kondisi anak yang sebenarnya sehingga memerlukan tindakan dan pengobatan khusus
  • Jelaskan tentang pentingnya imunisasi toxoid jika kelak hamil lagi
  • Anjurkan minta pertolongan persalinan pada dokter, bidan atau dukun terlatih yang telah ikut penataran Depkes.
  • Jelasakan tentang perawatan tali pusat yang benar





PELAKSANAAN

Pelaksanaan keperawatan merupakan kegiatan yang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Selama pelaksanaan kegiatan dapat bersifat mandiri dan kolaboratif. Selama melaksanakan kegiatan perlu diawasi dan dimonitor kemajuan kesehatan klien ( Santosa. NI, 1989;162 )

EVALUASI

Tahap evaluasi dalam proses keperawatan menyangkut pengumpulan data subyektif dan obyektif yang akan menunjukkan apakah tujuan pelayanan keperawatan sudah dicapai atau belum. Bila perlu langkah evaluasi ini merupakan langkah awal dari identifikasi dan analisa masalah selanjutnya ( Santosa.NI, 1989;162).

PIMPINAN PERSALINAN

PIMPINAN PERSALINAN PADA KALA 1

Kandung kemih dan rektum dikosongkan.
Pengosongan rektum dapat dibantu dengan klisma cairan gliserin 20-40cc atau supositoria.

Pemeriksaan luar, tentukan letak dan presentasi janin.
Observasi his dengan meraba uterus daerah fundus, kira-kira di atas umbilikus.
Observasi bunyi jantung janin dengan auskultasi Laennec atau Doppler (jika memungkinkan, nilai kesejahteraan janin dengan elektrokardiotokografi, karena dapat diketahui perubahan pola frekuensi denyut jantung janin pada saat his dan pada saat di luar his)

Pemeriksaan dalam, dinilai beberapa hal yang penting :
1. dinding vagina : adakah bagian menyempit, massa / lesi di jalan lahir
2. keadaan dan pembukaan serviks
3. kapasitas panggul, serta perkiraan besar kepala terhadap panggul (suspek disproporsi sefalopelvik)
4. fluor albus, tanda-tanda radang
5. keadaan selaput ketuban, sudah pecah atau belum
6. letak dan presentasi janin (paling penting)
7. turunnya kepala dalam ruang panggul (bidang Hodge)

Pimpinan pada kala I bertujuan :
1. menilai sampai di mana status persalinan pada saat pemeriksaan awal - apakah sudah memasuki persalinan atau belum, bila sudah, sampai di mana partus telah berlangsung
2. memperkirakan prognosis keberhasilan partus spontan pervaginam, atau kemungkinan diperlukannya tindakan lain untuk membantu persalinan.

Ibu dianjurkan berbaring miring ke sisi di mana punggung janin berada, tujuannya untuk mempermudah turunnya kepala dan putaran paksi dalam, serta untuk mencegah tertekannya aorta abdominalis oleh massa uterus yang dapat mengganggu vaskularisasi ke uterus dan janin.
Ibu DILARANG!! mengedan / meneran.

Penolong mengisi partograf kemajuan persalinan.
Penolong mempersiapkan alat-alat bantu persalinan.

PIMPINAN PERSALINAN PADA KALA 2

Penilaian perineum yang meregang dan menipis, serta penilaian anus. Jika anus bundar atau serupa huruf D, tanda kepala sudah rendah di dasar panggul.
Bila ketuban belum pecah spontan, dipecahkan (amniotomi)

Ibu dipimpin meneran (untuk membuat kontraksi dinding abdomen dan diafragma menekan uterus)
Cara meneran : ibu posisi telentang, dengan kedua lengan merangkul kedua lipat paha, leher dalam keadaan lemas dan kepala fleksi, mata terbuka. Dapat juga dengan posisi miring ke samping dengan sikap yang sama. Meneran / mengedan sekuat-kuatnya sesuai timbulnya his, dan dihentikan / istirahat pada saat relaksasi his.

Jika perineum kaku dan tegang, dilakukan episiotomi (insisi pada perineum dengan gunting), untuk memperbesar jalan lahir. Insisi dapat secara mediana (pada garis tengah, baik dilakukan pada multipara), mediolateralis (pada garis tengah dan diperluas ke lateral saat mendekati anus, baik dilakukan pada primi), atau lateralis (langsung miring terhadap sumbu perineum, dapat memberikan pembukaan yang terbesar, kadang dilakukan pada keadaan direncanakan ekstraksi forceps atau ekstraksi vakum).
Dapat terjadi komplikasi berupa ruptura perinei totalis (robekan perineum tembus sampai m.sfingter ani, bahkan kadang sampai mukosa rektum).

Kemudian BAYI DILAHIRKAN dengan pegangan dan gerakan yang tenang dan mantap, mengusahakan trauma persalinan seminimal mungkin bagi ibu maupun bayinya.
Sedapat mungkin gerakan penolong mengikuti irama his dan kekuatan mengedan ibu, sambil mengendalikan keluarnya bayi serta menahan perineum ibu (perasat Ritgen - gambar).

Setelah kepala bayi lahir, bersihkan jalan napas dengan cara menyeka hidung dan mulut dengan kain bersih (arah gosokan dari atas hidung sampai ke bawah mulut, kemudian jari yang dilapisi kain dimasukkan ke dalam mulut).
Kemudian dilahirkan berturut-turut leher, bahu dan lengan, badan, tungkai dan kaki.

SKOR APGAR bayi dinilai, rencanakan dan lakukan tindakan yang mungkin diperlukan untuk resusitasi bayi baru lahir.
Nilai skor Apgar pada menit pertama dan menit kelima.

Prinsip perawatan segera bayi baru lahir (immediate care of the newborn) :
1. Drying
2. Warming
3. Positioning
4. Suctioning
5. Identification
6. Prophylaxis

PIMPINAN PERSALINAN PADA KALA 3

Kemudian tali pusat dijepit di dua tempat berdekatan dan dipotong di tengah-tengahnya (gambar). Luka potongan dirawat, diikat dan ditutup.

Tali pusat yang menghubungkan umbilikus bayi dengan plasenta, kadang-kadang terdapat lilitan. Jika saat baru kepala dan leher yang dilahirkan tampak ada lilitan, perlu dibebaskan dulu sebelum melanjutkan pengeluaran bayi. Jika lilitan terlalu erat, talipusat dijepit dan dipotong langsung di dekat leher bayi (gambar).

Beberapa kepustakaan menganjurkan penundaan penjepitan/ pemotongan tali pusat selama beberapa detik (delayed clamping), atau pengaturan posisi ketinggian bayi terhadap ibu, atau pengurutan tali pusat ke arah bayi.
Tujuannya adalah untuk menambah volume vaskularisasi bayi sebelum dilakukan pemotongan, misalnya pada bayi prematur atau berat badan rendah - namun hal-hal ini masih kontroversial (lihat manajemen aktif kala 3).

"The active management on the third stage of labour" (WHO)
Active management here is defined as a package of intervention, including :
1. Administration of prophylatic oxytocic / uterotonic immediately with or shortly after the birth of the baby.
2. Early cord clamping and cutting
3. Controlled cord traction to deliver the placenta.


Kelahiran plasenta : lepasnya plasenta dari insersi pada dinding uterus, serta pengeluaran plasenta dari kavum uteri.
Lepasnya plasenta dari insersinya : mungkin dari sentral (Schultze) ditandai dengan perdarahan baru, atau dari tepi / marginal (Matthews-Duncan) jika tidak disertai perdarahan, atau mungkin juga serempak sentral dan marginal.
Beberapa cara untuk menilai plasenta sudah / belum lepas :
Kustner : tali pusat diregangkan dengan satu tangan, daerah suprasimfisis ditekan dengan tangan lainnya, dinilai ada/tidaknya
respon dari regangan tali pusat.
Strassman : tali pusat diregangkan dengan satu tangan, daerah fundus uteri diketuk2 dengan tangan lainnya, dinilai ada/tidaknya respon pada regangan tali pusat.
Klein : ibu disuruh meneran, akan tampak ujung tali pusat bergerak turun, dan ketika meneran dihentikan, jika ujung tali pusat naik kembali berarti plasenta belum lepas.

Jika lama melebihi 15 menit plasenta belum keluar, ATAU jika terjadi perdarahan masif, dilakukan manuver untuk segera mengeluarkan plasenta, dapat dengan cara :
1. tali pusat ditarik (tetapi banyak kepustakaan TIDAK menganjurkan, karena dapat putus di dalam menyebabkan perdarahan berat, dan dapat juga terjadi involusi uteri karena dinding korpus uteri ikut tertarik ke luar akibat perlekatan plasenta yang erat)
2. cara Crede : uterus dipijat pada fundus dengan tali pusat ditegangkan
3. cara Brandt-Andrews : uterus ditekan di abdomen di daerah fundus, kemudian di daerah suprasimfisis atau subumbilikal ke arah kraniodorsal (arah tekanan membentuk sudut ke belakang / vertebra dan ke atas / kepala) sambil tali pusat ditegangkan.
4. cara manual : satu tangan menegangkan tali pusat, tangan lain masuk menyusur tali pusat ke dalam kavum uteri, mencari insersi plasenta terhadap dinding uterus kemudian disisihkan secara manual dan dikeluarkan keseluruhan.

Setelah plasenta keluar diperiksa :
1. ukuran, berat, bentuk, konsistensi, warna, kelengkapan massa plasenta
2. ada/tidak lobus asesorius, infark, perdarahan, tumor, nodul
3. tali pusat : panjang, insersi, jumlah pembuluh darah, trombosis, lilitan / simpul, Wharton’s jelly

Jika dicurigai masih ada sisa dalam kavum uteri, dilakukan eksplorasi lagi dengan manual untuk mengeluarkan sisanya. Sisa jaringan plasenta atau selaput korioamnion dalam kavum uteri dapat menjadi sumber perdarahan yang terbuka serta dapat mengganggu kontraksi uterus yang optimal.
Jika curiga ada patologi tertentu pada plasenta : periksa patologi anatomi (lab).

PIMPINAN PERSALINAN PADA KALA 4

Sampai dengan 1 jam postpartum, dilakukan observasi.

Jika terjadi perdarahan, rencanakan dan lakukan tindakan-tindakan untuk berusaha menghentikan perdarahan segera :
1. injeksi metergometrin maleat (metergin) intramuskular
2. kompresi uterus bimanual (Eastman)
3. eksplorasi sisa plasenta / selaput janin dalam kavum uteri
4. eksplorasi kemungkinan robekan jalan lahir lainnya
5. luka episiotomi atau robekan jalan lahir lainnya dirawat
6. dapat juga dilakukan pemasangan tampon uterovaginal
7. jika perdarahan masif / tidak terkendali, pertimbangan untuk operasi histerektomi (alternatif TERAKHIR)

PENTING !!!
Luka episiotomi atau robekan jalan lahir lainnya dirawat dengan baik.
Jika terjadi ruptura perinei totalis (RPT), reparasi rektum dan muskulus sfingter ani dilakukan lebih dulu, baru dilakukan reparasi vulva/vagina dan perineum

(gambar : teknik jahitan reparasi luka episiotomi)

7 pokok penting yang harus diperhatikan pada kala 4 :
1. kontraksi uterus harus baik,
2. tidak ada perdarahan pervaginam atau dari alat genital lain,
3. plasenta dan selaput ketuban harus sudah lahir lengkap,
4. kandung kencing harus kosong,
5. luka-luka di perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma,
6. resume keadaan umum bayi
7. resume keadaan umum ibu.

Yang terpenting adalah menjaga ibu dan bayi dalam keadaan yang baik.