Selasa, 28 Oktober 2008

Persalinan Tanpa Nyeri


Nyeri dan rasa sakit yang berlebihan akan menimbulkan rasa cemas. Rasa cemas yang berlebihan juga menambah nyeri. Nyeri dan cemas menyebabkan otot jadi spastik dan kaku. Menyebabkan jalan lahir jadi kaku dan sempit dan kurang relaksasi.
Semua ini sering dialami oleh ibu-ibu yang akan melahirkan disaat dia melihat ruang bersalin yang baru dikenalnya, dan dia tak mengenal orang-orang yang ada disekitarnya. Apalagi jika dia tak bertemu atau tak melihat dokter yang akan menolongnya. Atau dokternya jauh dari tempat dia melahirkan.
Suasana ini akan berbeda bila dia merasa tentram dan nyaman, suaminya boleh berad disamping istrinya sambil meng elus-slus istrinya atau memijit pinggang istrinya. Semua ini akan banyak membantu ketentraman dan kenyamanan.
Makanya kehadiran dokter dan kehadiran orang-orang yang dekat dengannya serta suasana yang nyaman dan tak menimbulkan cemas akan memperlancar proses perssaianan.
Disamping itu dapat pula terjadi keletihan akibat nyeri terus menerus yang mengakibatkan penurunan kontraksi uterus. Hal ini dapat mengakibatkan lamanya persalinan. Persalinan yg lama akan membahayakan ibu dan membahayakan bayi yg di kandungnya.
Rasa nyeri sebetulnya merupakan salah satu mekanisme pertahanan alami dari tubuh manusia, yaitu suatu peringatan akan adanya bahaya. Pada kehamilan, serangan rasa nyeri memberitahukan kepada ibu bahwa dirinya telah memasuki fase persalinan
Rasa nyeri pada persalinan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu : anoksia (Kekurangan Oksigen) pada otot rahim, karena otot rahim ini berkontraksi, peregangan serviks (mulut Rahim), tarikan pada tuba (saluran telur), ovarium dan ligamen – ligamen penyangga uterus, penekanan pada saluran dan kandung kemih, rektum serta regangan otot-otot dasar panggul
Persalinan berhubungan dengan dua jenis nyeri yang berbeda. Pertama berasal dari otot rahim pada saat otot ituberkontraksi. Karena merupakan organ internal maka nyeri yang timbul disebut nyeri viseral. Sama seperti nyeri viceral lainnya, nyeri yang timbul tidak dapat ditentukan dengan tepat lokasinya (pin-pointed). Nyeri viceral juga dapat dirasakan pada organ lain yang bukan merupakan asalnya disebut nyeri alih (reffered pain). Pada persalinan nyeri alih dapat dirasaka pada punggung bagian bawah dan sakrum.
Jenis yang kedua timbul pada saat mendekati kelahiran. Tidak seperti nyeri viceral, nyeri ini terlokalisir di daerah vagina, rectum dan perineum, sekitar anus.. Nyeri jenis ini disebut nyeri somatik dan disebabkan peregangan struktur jalan lahir bagian bawah akibat penurunan bagian terbawah janin
. Rasa nyeri akibat dilatasi serviks dan kontraksi rahim dihantarkan oleh serat sensoris berukuran kecil dari pleksus paracervikal dan pleksus hipogastrikus inferior yang kemudian bersatu dengan pleksus saraf simpatikus setinggi L2- L3 (tulang-tulang belakang sekitar pinggang).
Untuk melenyapkan danmenghilangkan semua nyeri diatas pasien minta bantua. Dan puncak nyeri itu biasanya ketika pembukaan 4-5 cm disebut dengan fase aktif dalam proses persalinan.
Untuk semua itu dikenalkan cara ILA yang banyak di gunakan sekarang.
Tujuan utama tindakan ILA ( Intra Thecal Labor Analgesia ) ialah untuk menghilangkan nyeri persalinan tanpa menyebabkan blok motorik, sakitnya hilang tapi mengedannya bisa, yang dapat dicapai dengan menggunakan obat-obat anestesia
Keuntungan yang di perdapat dengan program ILA
  1. Cepat dan memuaskan. Mula kerja cepat, memberikan analgesia penuh, blok bilateral, serta ketinggian blok dapat diatur.
  2. Keamanan. Dosis yang digunakan sangat kecil, sehingga resiko toksisitas karena anestetik lokal, seperti total spinal, tidak berarti atau tidak ada sama sekali.
  3. Fleksibel. Pasien dalam fase laten persalinan dapat diberikan fentanil atau sulfentanil intrathecal ( single shot ) dan dibiarkan bejalan-jalan. Pada multipara dengan pembukaan serviks diatas 8 cm dapat diberikan dosis tunggal petidin atau gabungan narkotik dan anestetik lokal intrathecal untuk menghasilkan analgesia yang cepat dan penuh selama fase aktif persalinan dan kelahiran.
Semoga tulisan ini dapat membantu dan menjawab pertanyaan ibu-ibu yang ingin mendapat pelayanan yang lebih. Juga kadang saya tak tega melihat ibu-ibu yang sampai berteriak dan merintih ketika melahirkan si buah hatinya.

Tidak ada komentar: